Masalah bilangan atau jumlah yang pasti tentang sholat jum'at sudah menjadi khilaf di kalangan ulama , Umumnya ulama membatasi minimal 40 orang ada juga yang membatasi 16 ,3 bahkan 2 orang

Tentu saja semua mengaku bahwa pendapatnya itulah yang paling sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. 
Mana ada ulama mengeluarkan fatwa yang tidak diyakininya sesuai dengan ketetapan beliau SAW?
Lalu mengapa kok berbeda-beda hasilnya?
Perbedaan itu karena ada banyak riwayat dari Rasulullah SAW yang berbeda-beda. Ada satu riwayat yang diyakini oleh seorang ulama sebagai riwayat yang paling shahih. Namun menurut ulama lain, riwayat itu kurang shahih alias dhaif.
Atau karena cara menarik kesimpulan hukum juga berbeda-beda. Di mana kita tahu masing-masing ulama punya metodologi yang berbeda. Wajar kalau hasilnya pasti berbeda.
Tapi tidak ada seorang pun yang bisa mengatakan bahwa siapa yang punya pendapat berbeda dengan pendapat dirinya, berarti orang itu ahli bid'ah atau ahli maksiat. Selama sebuah masalah masih menjadi khilaf di kalangan ulama, maka masalah itu tetap khilafiyah.
Kita tidak berhak untuk mencela saudara kita, hanya karena diatidak sependapat dengan kita. Sebab boleh jadi bukan pendapat kita yang benar dan sesuai dengan sunnah nabi, melainkan pendapat saudara kita yang benar.
Apalagi semua ulama sudah berkomitmen tentang keharusan mengacu kepada tata cara ibadah nabi SAW. Tinggal masalah bagaimana mendapatkan validitas riwayat dari nabi SAW

sumber Rumah Fiqih Indonesia