Sedekah Yang di Contohkan Rosulullah SAW

Dzikir , Sedekah Kebodohan Memanfaatkan waktu luang untuk mengingat Allah
Seseorang yang ingin bersedekah tidak harus menunggu untuk menjadi  kaya,  sebab jika harus menunggu kaya untuk bersedekah bisa jadi seumur hidup ia tidak akan bersedekah. sedekah jika di artikan sempit maka seseorang akan terlintas dalam benaknya adalah harta atau materi.


Rosulullah SAW sebagai makhluk sempurna pertama yang mencohkan konsep sedekah. Rosulullah mencontohkan bahwa sebagai  seorang pedagang yang sukses . Hal itu di ketahui dari prestasi beliau dalam menjualkan barang dagangan Siti Khadijah hingga akhirnya jatuh cinta kepada beliau.
Setelah wafatnya Siti Khadijah Rosulullah pun sebenarnya masih memilik peluang untuk menjadi orang kaya 
( memperkaya diri ) . Setelah hijrah ke madinah beliau kemudian berhasil mendirikan daulah islamiyah 
( negara islam ). Akan tetapi fakta membuktikan beliau tidak memanfaatkan kedudukanya  sebagai nabi ataupun sebagai pemimpin kenegaraan untuk menumpuk kekayaan.

Banyak kisah seorang yang sukses kemudian jatuh miskin umumnya terjadi karena bangkrut atau karir poltiknya bangkrut dan lain sebagainya yang intinya mereka tidak menginginkan kemiskinan melanda kehidupanya.

Berbeda dengan Rosulullah, yang menjadi miskin justru pada saat dirinya ada pada tingkat kedudukan yang tinggi, itu artinya Rosulullah SAW justru menginginkan kemiskinan ( harta ) itu sendiri , selain beliau tidak memiliki sifat tamak hal ini juga terjadi sebab zuhudnya pola hidup dan benar benar menjauhi cinta dunia saat dunia itu menghampirinya.

Hal ini bertentangan dengan mayoritas para ulama zaman sekarang yang lebih condong memperkaya diri, menimbun harta ironisnya justru yang menjadi alasan dan alatnya memperkaya dirinya adalah agama, dari mulai berkedok pembangunan masjid, madrasah dan lain lain , juga dapat kita lihat para ustadzah ustadzah pemimpin majlis ta’lim ibu ibu yang glamour dengan pakaianya perhiasanya hal ini jauh dari kesederhanaan

Efek dari fenomena ini adalah kaum muslimin di indonesia khusunya kalangan awan dan miskin secara harta terpaku oleh segala contoh contoh yang di lihat oleh pemimpin agamanya masing masing , hingga konsep sedekah di artikan sangat sempit yaitu materi.

Singkatnya selain dari pemahaman yang dangkal mengenai sedekah, praktek “ SEDEKAH “ sering kali di politisasi oleh pemimpin agamanya untuk kepentingan diri sendiri meski berkedok pembangunan madrasah, dan hal penting lainya ialah kalimat “ SEDEKAH “ yang di galakan oleh ulama tidak di barengi oleh contoh langsung pemimpin agama tersebut dengan meyedekahkan hartanya.

Hal ini menjadikan masyarakat yang enggan melepas hartanya untuk segala kebaikan agama , sebab si pemimpin agamanya yang di lihatnya memberikan contoh menimbun harta

Hal ini juga membuat Ust  Yusuf mansyur gencar membuat program program sedekah dengan kemasan yang kreatif , sebagai upaya membangkitkan kesadaran berbagi bagi kaum muslimin indonesia,  sukses atau tidaknya konsep sedekah yang di usung ustadz,kyiai,ustadzah di amanapun berada saat ini masih melihat sosok atau figur ulama yang membuat sistem sedekah tersebut, jika masyarakat menilai sosok nya baik bagus terpercaya dan mencontohkan kesederhanaan hidup maka masyarakat muslim indonesia dengan sendirinya rela bahkan senang bisa berbagi dalam sedekah ,

Mari kita lihat beberapa hadits yang mejelaskan tentang sedekah :

Rosulullah SAW Bersabda : “ Setiap muslim wajib bersedekah. “
Para sahabat bertanya ? : “ Wahai nabi Alllah, Jika ia tidak mendapatkan yang bisa di gunakan untuk bersedkah?”
Beliau menjawab: “ Ia bekerja dengan kedua tanganya lalu hasil kerjanya itu bermanfaat bagi dirinya dan ia sedekahkan?” Para sahabat bertanya lagi :” Kalau ternyata ia juga tidak bisa ?” Beliau menjawab :” Ia membantu orang yang memilik hajat dan memerlukan bantuan :” Para sahabat bertanya lagi : “ Jika ia tetap tidak bisa ?” . Beliau menjawab : “ Ia melakukan kebaikan dan menhaan dirinya dari keburukan maka itu adalah sedekah bagi dirinya. “ Di riwayatkan oleh Imam Bukhori dan lain lain.

Rasulullah SAW bersabda:” Setiap diri di wajibkan bersedekah setiap hari mentari terbit di dalamnya, Di antaranya, berbuat adil di antara dua orang sedekah , Menolong orang untuk menunggang kendaraanya  adalah sedekah , Mengangkat barang barang nya di atas kendaraanya itu juga sedekah . Menyingkirkan duri dari jalan itu juga sedekah . Dan ucapan baik juga sedekah. Setiap langkah kaki yangberjalan menuju sholat adalah sedekah. “ Di riwayatkan oleh Imam Ahmad dan lain lain

Dari abu dzar ia berkata : “ Rasulullah SAW bersabda, Setiap orang setiap mentari terbit di hari itu wajib bersdekah. Aku bertanya , “ Wahai Rosulullah , dari mana saya bersedekah sedang saya tidaak memiliki harta ? “ Beliau menjawab, “ Di antara pintu pintu sedekah itu ada bacaan takbir ,subkhanallah wal khamdulillah wala ilahah ilallah wa astaghfirullah ( allah maha besar,maha suci allah, segala puji bagi allah,tidak ada tuhan selain allah aku mohon ampun kepada allah ). Engkau memerintahkan kebaikan ,mencegah kemungkaran , engaku menyingkirkan duri ,tulang dan batu yang ada di jalan yang di lalui oleh manusia , menuntun orang buta , memperdengarkan kepada orang bisu dan tuli sehingga mereka faham, engkau menunjukan kepada orang yang memerlukan dan menanyakan tempat yang telah kau ketahui , engkau kepayahan berjalan menuju orang yang membutuhkan pertolongan  dan engkau angkat lenganmu untuk membantu orang yang lemah , Semua itu adalah pintu sedekah darimu dan untukmu sendiri. Dan dalam menjimak istrimu kamu memiliki pahala . “ Di riwayatkan oleh Imam Ahmad

“Setiap perbuatan baik adalah sedekah . Di antara perbuatan baik itu adalah engkau bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri seri dan engkau mengosongkan embermu di bejananya “
Riwayat Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi

“ Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau tanaman lain lalu ada manusia atau binatang yang memakan dari tanaman tersebut melainkan ada sedekah bagi orang yang menanamnya “
Imam Bukhari

Dalam hadits tersebut telah jelas mengenai luasnya arti sedekah , dan sedekah yang tersebut dalam hadits di atas sebenarnya tanpa di sadari berjalan dengan sendirinya tanpa harus geger gembor dalil dalil sedekah, kondisi masyarakat indonesi yang dahulu terkenal sebagai masyarakat gotong royong santun , senang dalam berbagi , namun pola kehiduan itu saat ini mungkin hanya ada di daerah tertentu yang masih menjunjung tinggi adat budaya lokal setempat .
 sedekah adalah alat utama dalam mencapai hakiki kehidupan yaitu menghilangkan rasa “ Memiliki “ atas segala apa apa yang ada dalam kehidupan ini , itu dapat dilaksanakan ketika sudah mencapai keyakinan yang tinggi terhadap Allah SWT ,  jadi orang terdepan yang membuat program sedekah ialah orang yang harus dan mutlak mencontohkan totalitas sedekah, jika itu berhasil maka masyarakat yang menilai akan dengan sendirinya tanpa harus di ceramahi sedekah rela bahkan senang bisa berbagi untuk kepentingan bersama.


Baca Selanjutnya DISINI atau DISINI

0 Comments