Masjid Yang Di Dirikan Tanpa Proposal Sumbangan Dalam Pembangunanya

Angipin.com - Sudah menjadi kebiasan ulama zaman sekarang yang apabila berniat mendirikan masjid, madrasah atau yayasan sosial maka bertebaran para panitianya dengan membawa proposal sumbangan , proposal sumbangan tersebut bahkan sering kali tidak pada tempatnya bahkan ada juga yang proposal sumbangan tersebut di bawa oleh seorang wanita dengan berjalan dari kampung ke kampung, atau ada juga orang yang mengaku sebagai panitia berorasi di dalam bus kota yang sedang membawa penumpang, dan yang lebih mengejutkan bahwa sudah menjadi rahasia umum adanya oknum oknum ustadz yang sengaja membuat proposal sumbangan masjid padahal tanah atau lahan yang akan di bangun masih belum ada ( atau mungkin fiktif ) !!

Hal ini sangat berbeda dengan cara ulama dahulu pada era sebelum 1920an di mana tingkat kehati hatian dalam meneliti sumber dana yang akan di sumbangkan untuk masjid lebih di kedepankan meskipun nilainya besar .  saat ini ustadz ustadz muda malah berlomba lomba membuat proposal demi kegiatan atau rencana pembangunan yang lebih mengedepankan seremonial , kemegahan tanpa mempertimbangkan sumber dana ( tanpa memuat kepentingan pribadi ,golongan atau partai tertentu )

Adalah masjid Nurbuat seperti yang di lansir oleh Radar Cirebon berdiri dengan indah di sisi pematangan sawah dan lapangan udara Penggung, RT 5 RW 6, Kedung Menjangan, Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon.ini dibangun hanya dalam waktu 100 hari dengan biaya Rp7.000. Di tahun 2000-an, atas petunjuk dari Tengku Abdurohman Datuk Singkil, ulama asal Aceh kepada pendiri masjid tersebut , Rohim.
Masjid Nurbuat Cirebon

Menurut Rohim " Dalam jangka waktu 100 hari masjid itu harus jadi, tanpa memungut sumbangan, tanpa mengajukan proposal. Saat itu ia hanya punya uang Rp7.000 perak untuk modal membangun masjid " Singkat cerita, ia pun mulai mengumpulkan bahan-bahan material bangunan, dengan cara menghutang terlebih dahulu.

Kini masjid ini bisa menampung sekitar 500 jamaah. Masjid ini kerap digunakan untuk salat Jumat dan salat Id. Tiap malam ke-10 penanggalan Jawa, masjid ini rutin menggelar manakiban. Berupa salawat dan makan bersama yang dihadiri oleh para jamaah yang datang dari berbagai daerah . ( Radar Cirebon )

Masjid yang di bangun dengan mengandalkan kegotong royongan masyarakat di desa dermaji Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas Jawa Tengah pun patut menjadi acuan , dimana masjid Jami Baiturahman dibangun dalam waktu 70 hari yang mengandalkan kekuatan utama gotong royong masyarakat
Masjid Baiturahman Desa Dermaji

0 Comments