Dusun Cidadap dahulu adalah hutan belantara dan di kenal sebagai tempat yang angker di huni banyak siluman jin serta binatang liar dengan kondisi tanah berbukit bukit seperti anak gunung letaknya persis di sebelah barat Desa Cipeujeuh Kulon berbatasan dengan Desa Belawa.
Makam Mbah Buyut Usman
Manusia yang pertama kali datang membuka pemukinan di dusun tersebut ialah Ky.Usman yang berasal dari Drajat Cirebon .

Ky Usman datang dari Drajat Cirebon singgah dan menetap sementara waktu di Angkawijaya ( tonjong ) di mana di dusun tersebut telah ada terlebih dahulu keluarga Ky.Husein yang berasal dari Tuk Sindang Laut dengan istrinya bernama Ny. Murti berasal dari Gedongan .

Ky Husein dengan Ny Murti memiliki beberapa putra - putri di antaranya Ny Marghani Ny Murghani Ky Imran Ky Machful

Ky Usman menikah dengan salah satu putri Ky Husein yaitu Ny Marghani kemudian tinggal dan menetap di dusun cidadap, pada awal masa proses pembukaan pemukiman Ky Usman dengan segenap ilmu kesaktianya mengusir seluruh makhluk halus dan binatang liar di dusun tersebut dan mengamankan dusun tersebut sehingga bisa dan aman untuk di jadikan tempat tinggal hingga anak cucu bahkan sempat juga dusun tersebut menjadi sebuah dusun yang hidup dengan kegiatan proses belajar mengajar agama ( Pesantren )
Mushola Cidadap : sering di adakan haul
Menurut salah satu keturunan Ky Usman ada salah satu jenis makhluk halus yang enggan pergi setelah di usir oleh Ky Usman, kemudian Ky Usman memindahkan di sebuah kali yang kemudian kali itu di berinama Cibadugan letaknya di sebelah selatan Dusun Cidadap .

Di kali Cibadugan tersebut terdapat sebuah air mancur yang konon terdapat Peri yang akan datang untuk mandi di setiap hari jum'at siang tepat matahari di atas kepala, peri tersebut hanya bisa di jumpai oleh pria yang belum menikah.

Ky.Usman di kenal sebagai sosok yang berilmu bahkan derajat kewalianya di akui oleh seluruh keluarga besar dan anak cucunya meski telah tinggal dan menetap di luar Dusun Cidadap .


Baca Selanjutnya Klik  DISINI atau DISINI