SEO adalah tentang Konten dan Konsistensi


Dunia blogging tak lepas dari SEO, search engine optimization. Latar belakang seseorang untuk membuat blog lalu memasuki tahap demi tahap menjadi seorang blogger berbeda, ada yang hanya sekedar iseng mencoba, sekedar ingin tau. Ada juga yang sengaja untuk menjadikan blog sebagai media menulis karena memiliki latar belakang hobi menulis.

Ada yang juga yang mungkin termotivasi karena tergiur dengan penghasilan seorang blogger profesional. Apapun latar belakangnya semua akan bersinggungan dengan SEO. Hanya saja, ada yang tidak begitu menganggap penting ada juga yang mengganggap SEO sebaagai hal penting. Dilihat dari manfaatnya SEO akan menjadi penting bagi pemilik blog yang sengaja ingin agar blog atau website menjadi terdepan dan paling utama di mesin pencari.


Dokumentasi kegiatan nge blog tahun 2013


Biasanya, blog atau website tersebut ada kepentingan komersil atau memang sengaja mencari data viewer yang banyak untuk menghasilkan uang. 

SEO juga bisa terlahir dari sebuah hobi yang berawal dari tumbuhnya adrenaline, menganggap page utama di search engine sebagai tantangan. Siapa yang tak mau dirinya menjadi dikenal, siapa yang tak bangga ketika blog atau website menjadi yang utama. Semuanya akan berdampak pada peningkatan ekonomi maupun dampak positif lainnya.

Sebab, SEO sangat bergantung pada kualitas konten dan konsistensi admin dalam mengelola blog atau website. Singkatnya, Blog dan SEO menjadi saling berkaitan, dengan kualitas konten yang lahir dari kualitas teknik penulisan, penguasaan literatur bahasa hingga estetika tulisan.


Sharing SEO dan Adwords Sedot WC


Dalam tulisan ini, saya tidak akan menjelaskan scara detail teknis untuk SEO ataupun Adwords. Hanya berbagi cerita ketika awal mula saya mulai ngeblog dan fokus SEO untuk kata kunci Sedot WC. Untuk blog pribadi, dulu beralamat di angipin.blogspot.com, blog tersebut memang hanya iseng, tidak ada tulisan atau karya yang berarti, jadi jelas tidak bertujuan untuk SEO tertentu. Hanya memang, blog tersebut menjadi ajang latihan, dokumentasi kegiatan dan tulisan pribadi. Melalui blog tersebut, yang pernah gonta ganti domain, kini menjadi angipin.web.id saya bisa melihat jejak rekam, cara menulis dulu hingga dokumentasi kegiatan yang saya sendiri sudah lupa. Singkatnya, blog pribadi hanya sebagai hobi menjadi tempat menyimpan data berupa video, tulisan dan gambar.

Berikutnya, pada blog.sedotwc.co.id yang memang secara sengaja dan bahkan menjadi tuntutan blog tersebut harus memiliki SEO yang bagus. Sebab, akan berdampak pada pemesanan jasa. Konten yang ditawarkan melalui blog tersebut  adalah jasa sedot wc diwilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor dan Depok.

Pada awalnya, saya hanya membuat blog dan masih berdomain blogspot, kemudian dibantu oleh rekan saya akhirnya saya dapat memiliki sebuah website dengan menggunakan platform wordpress. Pada saat itu, sekitar tahun 2010, saya masih awam dengan wordpress, sehingga SEO pada web tersebut saya tinggalkan. Sayapun beralih ke blog berplatform blogger, dengan menggunakan sub domain sedotwc.co.id, blog.sedotwc.co.id mulai efektiv saya garap sekitar tahun 2010 sampai 2012, kurang lebih sekitar dua tahun tersebut praktis kegiatan saya hanya didepan laptop.

Masa itu, adalah dimana saya lupa makan, lupa tidur dan lupa waktu, secara maksimal saya lakukan beberapa teknik SEO berdasarkan data tutorial yang cari di internet. Semisal, membuat konten, struktur pada template, backlink, share link, blogwalking dan semua dilakukan secara konsisten selama setahun lebih. Tentu sebelumnya sudah melakukan riset kata kunci.

Kebayangkan, kata kunci sedot wc diincar oleh semua pelaku usaha jasa sedot wc se indonesia diberbagai daerah. Kata kunci tersebut menjadi sangat seksi untuk dapat ditaklukan. Dalam kurun waktu setahun tersebut, baru beberapa bulan saya lakukan, saya pastikan menyerah untuk fokus pada kata kunci Sedot WC, berdasarkan riset, saya akhirnya menemukan celah untuk kata kunci Harga Sedot WC.

Dari Perang SEO ke Perang Saldo Adwords


Akhirnya, kata kunci tersebut saya kejar dan sanggup mencapai juara 1 di search engine google dan bertengger hingga kini. Sayangnya, pola ini terdeteksi dan diikuti oleh kompetitor, sehingga lagi-lagi saya harus berfikir keras menjaganya. Disaat saya fokus dan konsisten mengawal kata kunci tersebut, kompetitor justru sudah mulai bergeser menggunakan fitur dari google yaitu google adwords. Sebuah jalan pintas, dimana google dengan kebesaraannya menciptakan fitur untuk pelaku usaha agar dapat muncul page awal di search engine.

Berangkat dari kebutuhan akan popularitas sebuah website dan blog, cara tersebut saya ikuti. Fakta yang saya dapatkan ialah, bahwa ternyata, semakin kata kunci yang kita inginkan memiliki banyak kompetitor maka kata kunci tersebut semakin mahal. Akhirnya, kompetisi untuk menjadi yang terbaik antar pelaku usaha sedot wc semakin rumit. Selain harus bergelut dengan SEO, tukang sedot wc juga harus perang saldo untuk melakukan iklan secara masssiv melalui adwords. 

Kini, justru SEO semakin ditinggalkan, melalui adwords, segenap usaha, kerja keras dan nikmatnya berburu SEO menjadi tak ada artinya. Semua bisa dibeli, dengan hanya bermodal domain dan template sederhana, sebuah web blog bisa dengan singkat menjadi teratas di search engine. 

SEO kini bukan menjadi sebuah tantangan bagi para tukang sedot wc, mungkin masih berlaku untuk kata kunci lain. Tapi, semakin kata kunci tersebut memiliki kompetitor yang banyak, maka hal serupa akan terjadi. Google menunjukan kapitalismenya, ketergantungan masyarakat pengguna internet terhadap google menjadi keniscayaan bagi mereka untuk dapat melakukan apa saja.